Tuesday, May 7, 2024

Oh.. Varanasi, sampai juga disini...

 


Kalau kata temen Hindu, belum ke India jika belum sampai di Varanasi. Benar saja, sejak siang hingga malam hari, kota ini benar² dipadati oleh para penziarah Hindu. Apalagi menjelang terbenam matahari, sungguh sesak jalanan menuju Sungai Gangga. Becak mesin dan becak dayung berlomba memecah keheningan malam dengan klakson nyaring mereka, ditambah lagi dengan nyanyian India ala ala ritual. Mungkin tepatnya itu do'a kali yaa. 


Kalau kata tetangga, kok ke Sungai Gangga sih.. itu kan tempaaaat....

Yap benar Sungai Gangga memang tempat ritual umat Hindu. Bisa dilihat disepanjang sungai, umat² hindu sibuk dengan berbagai ritual. Ada yang mandi, ada yang cuci muka aja, ada yang alirkan daun berisi bunga dan lilin, ada yang alirkan kelapa, dan ada yang alirkan abu orang² yang mereka cintai pastinya.. iya, seperti yang kita lihat di pilem-pilem lah.


Lah.. lalu kamu yang muslim ngapain ke tempat itu? Nah kan, nah kan.. ini udah kayak Mr.X ngomongin bendera Y yang ada di Museum Turki, tapi belum pernah sekalipun kesana. Wkwk


Baiklah, dengerin dulu aku bercerita 😁 di Varanasi itu ada apa aja n bisa ngapain aja sih? Selain beritual bagi umat Hindu.


Saat matahari mulai naik kami sampai di stasiun kereta Varanasi. Seperti biasa, saat sampai di stasiun atau bandara, yang kami lakukan pertama adalah keluar atau menghindari kerumunan, termasuk kerumunan para supir.  Meski setelahnya, kami tetap memilih taxi atau tuk-tuk juga. Tapi paling tidak, harga yang kami dapat lebih bagus tentunya. Hihi ini ceritanya masih jalan-jalan hemat yak, masih dalam series trip ala backpacker wkwk.


Setelah keluar dari stasiun, lalu menyebrang jalan besar yang super padat, berdebu dan panas. Pemandangan indah pertama yang kami temukan adalah banyaknya wanita² bercadar dan laki² berpeci dan berjengot tebal disini. Senyum kami mekar ditengah terik matahari, alhamdulillah kita ga bakal lapar disini. Bakal mudah nyari makanan halal deh, sambil tetap ngunyah pisang buat ngeganjel dulu sebelum ketemu nasi.


Kami lanjut jalan kaki, masuk gang keluar gang hingga sampai di tempat yang suami rasa cukup strategis. Lalu, memanggil tukang becak dayung. Tanpa menawar, dia ngasih harga rendah. Harganya beda jauh kalau naik becaknya di depan stasiun. Sampai di tempat tujuan para wisatawan, kami diturunkan di depan batas daerah yang bisa masuk kendaraan. Ini tandanya sungai Gangga sudah sangat dekat. Suami membayar upah tukang becak dengan menambahkan beberapa lembar Rupee. Kasian dianya, ga tegaan sama orang tua.


Memasuki kawasan ini, mata mulai berbinar. Kiri kanan banyak pajangan pakaian dan perhiasan. Sejak di Bihar, Pallavi dan ibu² pemakai Sari sudah berpesan jika ingin membeli sari yang bagus tempatnya ada di Varanasi. Sebelum​ melancarkan aksi, kita charge tenaga dulu dengan nasi briyani dan chicken tadoori. Kami sampai di area halal food ini, setelah dikirim melalui becak dayung oleh saudara Muslim yang berjumpa dijalan.


 Setelah makan, kita sembahyang dan mempercantik diri di mesjid terdekat. Lalu, cus meluncur keluar masuk gang, pilah pilih, tawar menawar pakaian 😂😂 Ternyata setelah diamati, yang dagang pakaian di jalan utama menuju Sungai Gangga adalah umumnya para saudara Muslim. 

Puas berbelanja, baru deh santai di pinggir Sungai Gangga dan juga menyewa boat untuk keliling sungai. Sebelum berkeliling, suami menghilang sejenak. Kemana lagi kalau bukan nyamperin bangunan² tua dipinggir sungai gangga yang sedari tadi memanggil dirinya.




Monday, May 6, 2024

Kolkata, kota pertama di India yang kami kunjungi..



Benar kata pepatah, pengalaman merupakan guru terbaik. Dari kota ini kami belajar banyak, mulai dari tarif transportasi, keadaan stasiun/terminal dan petugasnya, keadaan warga dan lingkungannya.


Setelah ditolak untuk beli tiket kereta  di 2 stasiun menuju Bihar. Lalu langkah kami di pagi² buta sampai di pasar tradisional yg super jorok dan bau. Rasa kaget dengan suasana stasiun dan pasar masih terniang, lalu muncul pertunjukan warga² pekerja keras, benar² pekerja keras. Sekelompok manusia yang memaksakan diri menarik besi² berukuran besar dengan becak, luar biasa.



Bisingnya suara klakson seperti dikisahkan oleh para blogger mulai terdengar, perut mulai mules dan lapar, pundak sudah lelah mikul tas. Kami putuskan untuk mendamaikan hati dan kepala sejenak, dan sampailah kami di tempat indah ini.


Victoria Memorial Hall, salah satu bangun peninggalan Inggris yang masih terawat. Padahal sebelum sampai di sini, kami sudah banyak melihat bangunan² indah lainnya. Namun sayang terbengkalai, kotor, dan kumuh. Victoria Memorial Hall ini, menjadi taman warga² high class untuk berolah raga di hari libur. Banyak Muslim juga yang kami jumpai di sini, lapar kami pun terobati setelah salah satu Muslim menyodorkan sarapan samosa dalam rangka perayaan Diwali teman²nya.



#incridibleindia #kolkata #TourDeAsia #wonderfulasia #victoriamemorialhall #architecture #oldbuilding #archilovers #traveladdict

Kari sapi di India? 😱

Pasti taunya di India orang ga makan daging sapi kan? 😁 samaaaa, dulu saya taunya juga begitu..

Tapi pas traveling ke India Selatan, tepatnya di Ernakulam E olahan daging sapi dimana-mana..

Ini list menu di salah satu restoran yang kami singgah, macam² olahan sapi ada.

Untuk makan besar selama di India pasti biryani dan biasanya cuma ada 2 pilihan chicken biryani atau vegetable biryani. Karena kami butuh protein, otomatis selalu pesen yang ayam.

Pas disini, ditanyain sama yang antar. "Maaf, kelihatannya kalian muslim. Kita juga punya sapi."

Yaudah deh, kami bungkusin lagi biryani sapi untuk di kereta 😀 iseng tanyain balik, kok bisa ada olahan sapi.

Katanya di India Selatan dari dulu memang sudah makan sapi, beda dengan India Utara. Jadi di sini sapi untuk diperah susunya, dimakan dagingnya, dan dimanfaatksn kekuatannya untuk nyawah atau ngangkut barang.

Kita ga bakal nemuin sapi yang dikasih bolu atau berbagai makanan kayak di Varanasi 😊

#incredibleindia

Wednesday, August 5, 2015

Nekat = Nikmat, Kuta Malaka I’m Feeling Lucky!



Air Terjun Kuta Malaka Tingkat kedua

Perlu kenekatan yang nyata untuk menikmati pesona air terjun Kuta Malaka bagi kami para wanita, bagaimana tidak untuk tiba di sana  hanya sekitar 30km jalan mulus dari Banda Aceh menuju Samahani. Lalu setelah memasuki Samahani, meski sisa perjalanan tinggal 15km lagi rakan akan merasakan perjalanan yang sesungguhnya, dapat mengukur kesetiaan seorang teman, tanggung jawab diri dan rombongan.
Simpang menuju Air Terjun ke kanan


Setelah sampai ke persimpangan ini, rakan harus mengambil jalan kanan dan disepanjang jalan ini jika diperhatikan adanya petunjuk dari kertas merah yang digantung di ranting-ranting pohon dan 6 mata air pertanda sahabat akan segera sampai ke tujuan.

Add caption
6 Mata Air yang akan dilalui
 
Lalu rakan akan memasuki jalanan tanah merah yang penuh perjuangan yang tidak hanya licin jika hujan. Lumayan banyak yang terpeleset sepeda motornya di sini, perlu tingkat kehati-hatian yang tinggi. Ada rombongan yang memilih mendaki itu lebih baik atau menggunakan mobil off road tentu lebih menyenangkan.







Setelah sampai, parkirlah di tempat resmi agar kendaraan aman dan hati tenang saat menikmati alam. Jalan setapak menuju lokasi sudah diperbaiki, namun kasian sekali wanita yang ke sini masih merasa didiskriminasi lol bagai mana tidak, kami hanya boleh naik sampai air terjun tingkat ke 2 saja, mandi-mandi dan selfie, lalu kembali.

 t











Wednesday, July 22, 2015

KPM IAIN Ar-Raniry 2013




Kedatangan mahasiswa yang disambut dengan cinta.
Bakti Sosial yang rutin diadakan kampus sebagai kegiatan wajib bagi mahasiswa tingkat akhir telah berlalu, tepatnya saat ramadhan 2 tahun yang lalu. Bakti sosial ini dikenal dengan KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) yang dulu bernama KKN (Kuliah Kerja Nyata). Menjalankan ibadah Ramadhan di kampung orang, jauh dari keluarga, makan dan tidur pas-pasan, ditambah dengan menyukseskan serangkaian program yang telah kami tentukan bukanlah hal yang mudah namun sungguh menyenangkan. 

Program motivasi membangkitkan semangat belajar.

   
Konsultasi Impian

Game yang memacu otak.
Sempatkan mendokumentasi foto pribadi disela-sela kegiatan.

Ka Noorfa dari Malaysia, Mala Aceh Utara, Riy Aceh Utara, Mawaddah Aceh Selatan
Ras rindu ini masih sesak di dada, rindu akan kebersamaan dan canda-tawa anak-anak yang mengobati luka. Ingin rasanya kembali.
Siang belajar di sekolah dan malam di balai desa.
Melatih segala minat dan bakat
Juara MTQ IAIN Ar-Raniri 2013 se-kecamatan Samatiga

Tidak hanya berperan sebagai kakak guru, tetapi juga teman.



Pendekar-pendekar Cot Darat

Datang dengan senyuman
Pulang dengan tangisan-Penjemputan di kantor camat Samatiga